JAWABAN SOAL UTS MATEMATIKA EKONOMI

NAMA              :           BASKORO UTTANTO

NPM                :            21212373

KELAS             :           1EB04

1. Dik : Jumlah siswa = 40 orang
Yang menyukai mat-eko = 80%
Yang menyukai mat-eko & peng. Bisnis = 50%
Yang menyukai peng. Bisnis = 60%

Ditanya : jumlah siswa yang tidak suka mat-eko & peng. Bisnis  ?

Penyelesaian :

Yang menyukai Mat-eko = 80/100 . 40 = 32 orang
Yang menyukai Mat-eko & peng. Bisnis = 50/100 . 40 = 20 orang
Yang menyukai Peng. Bisnis = 60/100 . 40 = 24 orang
Yang hanya menyukai mat-eko = 32 orang – 20 orang = 12 orang
Yang hanya menyukai peng. Bisnis = 24 orang – 20 orang = 4 orang
Yang tidak menyukai mat-eko&peng. Bisnis = 32 orang – 24 orang = 8 orang

Gambarnya sebagai berikut  :

index

Keterangan :  A = yang hanya menyukai Mat-eko
B = yang hanya menyukai Peng. Bisnis
S = yang tidak menyukai keduanya.

2. A. 2/5 + 3/7 = 14/35 + 15/35 = 29/35 = 1 6/35

inex

3.  Pd = 15 – Q Ps = 5 + Q

Qd = 15 – P -Q = 5

- P = -5 + P

Qd = Qs
15 – P = -5 + P Qs = -5 + P
-P – P = -5 – 15 = -5 + 10
-2P = -20 = 5
P = 10

jancuk

Jadi, harga keseimbangan pasar senilai Rp. 10, dan kuantitas keseimbangan pasarnya sebanya 5 unit.

 

4.

4

Tugas Pengantar Bisnis BAB 13-14

BAB 13

1. Benturan dengan kepentingan masyarakat.

 

Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan (besar, menengah, maupun kecil). Benturan ini kerap kali terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi.

 

Klasifikasi Aspek Pendorong Tanggung Jawab Sosial.

 

Untuk menjalankan tanggung jawab sosial, perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika bisnis. Berikut adalah hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :

1. Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat. Kendala yang akan sering dihadapi

adalah adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan.

2. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa,

karsa, dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.

 

2. Dorongan tanggung jawab sosial.

 

Berikut ini adalah klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis :

1. Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan.

Prosedur administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-belit sering menyebabkan tekanan batin bagi para pebisnis maupun pihak lain yang berhubungan. Hubungan yang kurang manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar.

 

Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan.

Penerapan manajemen akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan dari pihak luar. Manfaat tersebut adalah, sebagai berikut :

a. Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas

kerja.

b. Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi

manajemen parsitipatif.

c. Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja

yang menyenangkan dan baik.

d. Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.

e. Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan

selanjutnya dari perusahaan.

 

2. Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan.

Ekologi, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh proses produksi. Contohnya, maraknya penebangan hutan sebagai bahan dasar industri, perburuan kulit ular, penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

 

3. Penghematan energi.

Pengurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari SDA yang tidak dapat dipengaruhi seperti batubara, minyak, dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa SDA tersebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakannya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut, yang diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya, nuklir, angin air serta laut.

4. Partisipasi pembangunan bangsa.

Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan. Dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu pemerintah untuk menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada.

5. Gerakan konsumerisme.

Awal perkembangannya tahun 1960-an di Negara Barat yang berhasil meberlakukan Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Berikut adalah Tujuan dari gerakan konsumerisme ini adalah :

a. Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya.

b. Pelaksanaan strategi advertensi atau periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.

c. Diselenggarakan panel-panel disuksi antara wakil konsumen dengan produsen.

d. Pelayanan purna jual yang lebih baik.

e. Berjalannya proses public relation (PR) yang lebih menitikberatkan pada kepuasan konsumen daripada promosi semata.

 

3. Etika bisnis.

 

Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri.

1. Hubungan antara bisnis dengan langganan/konsumen.

Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut adalah beberapa contohnya :

a. Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan konsumen untuk membandingkan harga terhadap produk.

b. Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi di dalamnya sehingga diperlukan penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.

c. Promosi terutama iklan merupakan gangguan etis yang paling utama.

d. Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jual.

 

2. Hubungan dengan karyawan.

Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan (recruitment), latihan (training), promosi, transfer, demosi maupun pemberhentian (termination). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalankan secara objektif dan jujur.

3. Hubungan antar bisnis.

Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan, baik perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir maupun distributornya.

 

4. Hubungan dengan investor.

Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupun calon investor merupakan bentuk hubungan ini. sehingga dapat menghindari pengambilan keputusan yang keliru.

5. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan.

hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan Laporan Keuangan.

 

 

4. Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis.

 

Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Itu dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etik dalam masyarakat.

Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di indonesia adalah sebagai berikut :

a. Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP).

Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak

dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur

kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberpa contoh hak karyawan adalah seperti

cuti, tunjangan hari raya, dan pakaian kerja.

b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi

menjaga lingkungan.

c. Penerapan Prinsip Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (k3)

Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang

berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman, masker pelindung maupun yang

lainnya.

d. Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan kecil milik

masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan

dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil disekitarnya yang

berfungsi sebagai plasma.

e. Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat.

Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah

sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. terkadang hal ini menyebabkan masalah

kepada pengusaha besar, oleh karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi dalam

pelaksanaannya.

 

 

* Tanggung jawab sosial (sosial responsibility).

- Etika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja atau suatu usaha bisnis untuk

menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya.

contoh : Bertanggung jawab terhadap investor, untuk memaksimalkan profit, karyawan,

konsumen dan bisnis lain.

 

http://arul06agustus1990.blogspot.com/2010/01/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis.html

 

 

 

BAB 14

Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain.

 

HAKIKAT BISNIS INTERNASIONAL

Seperti tersebut diatas bahwa Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam sutu Negara dengan perusahaan lain atau individu di Negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional yaitu :

a. Perdagangan Internasional (International Trade)

Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”. Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE OF PAYMENTS”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA.

b. Pemasaran International (International Marketing)

Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Busines) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :

- Licencing

- Franchising

- Management Contracting

- Marketing in Home Country by Host Country

- Joint Venturing

- Multinational Coporation (MNC)

Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas akan memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Negara atau Home Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host Country akan memperoleh pembayaran fee tersebut.

Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.

ALASAN MELAKSANAKAN BISNIS INTERNASIONAL

beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa :

1. Spesialisasi antar bangsa – bangsa

Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :

a. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara Negara-negara yang lain.

b. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain

c. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya

 

· Keunggulan absolute (absolute advantage)

Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk tersebut. Hal ini akan dapat dicapai kalau tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil yang pada umumnya disebabkan karena kondisi alam yang dimilikinya, misalnya hasil tambang, perkebunan, kehutanan, pertanian dan sebagainya. Disamping kondisi alam, keunggulan absolut dapat pula diperoleh dari suatu negara yang mampu untuk memproduksikan suatu komoditi yang paling murah di antara negara-negara lainnya. Keunggulan semacam ini pada umumnya tidak akan dapat berlangsung lama karena kemajuan teknologi akan dengan cepat mengatasi cara produksi yang lebih efisien dan ongkos yang lebih murah.

· Keunggulan komperatif (comparative advantage)

Konsep Keunggulan komparatif ini merupakan konsep yang lebih realistik dan banyak terdapat dalam bisnis Internasional. Yaitu suatu keadaan di mana suatu negara memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menawarkan produk tersebut dibandingkan dengan negara lain. Kemampuan yang lebih tinggi dalam menawarkan suatu produk itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yaitu :

a. Ongkos atau harga penawaran yang lebih rendah.

b. Mutu yang lebih unggul meskipun harganya lebih mahal.

c. Kontinuitas penyediaan (Supply) yang lebih baik.

d. Stabilitas hubungan bisnis maupun politik yang baik.

e. Tersedianya fasilitas penunjang yang lebih baik misalnya fasilitas latihan maupun transportasi.

Suatu negara pada umumnya akan mengkonsentrasikan untuk berproduksi dan mengekspor komoditi yang mana dia memiliki keunggulan komparatif yang paling baik dan kemudian mengimpor komoditi yang mana mereka memiliki keunggulan komparatif yang terjelek atau kelemahan yang terbesar. Konsep tersebut akan dapat kita lihat dengan jelas dan nyata apabila kita mencoba untuk menelaah neraca perdagangan negara kita (Indonesia) misalnya. Dari neraca perdagangan itu kita dapat melihat komoditi apa yang kita ekspor adalah komoditi yang memiliki keunggulan komparatif bagi Indonesia dan yang kita impor adalah yang keunggulan komparatif kita paling lemah.

2. Pertimbangan pengembangan bisnis

Perusahaan yang sudah bergerak di bidang tertentu dalam suatu bisnis di dalam negeri seringkali lalu mencoba untuk mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Hal ini akan menimbulkan beberapa pertimbangang yang mendorong mengapa suatu perusahaan melaksanakan atau terjun ke bisnis internasiional tersebut :

a. Memanfaatkan kapasitas mesin yang masih menganggur yang dimiliki oleh suatu perusahaan

b. Produk tersebut di dalam negeri sudah mengalami tingkat kejenihan dan bahkan mungkin sudah mengalami tahapan penurunan (decline phase) sedangkan di luar negeri justru sedang berkembang (growth)

c. Persaingan yang terjadi di dalam negeri kadang justru lebih tajam katimbang persaingan terhadap produk tersebut di luar negeri

d. Mengembangkan pasar baru (ke luar negeri) merupakan tindakan yang lebih mudah ketimbang mengembangkan produk baru (di dalam negeri)

e. Potensi pasar internasional pada umumnya jauh lebih luas ketimbang pasar domestic

TAHAP-TAHAP DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL

Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :

1. Ekspor Insidentil

2. Ekspor Aktif

3. Penjualan Lisensi

4. Franchising

5. Pemasaran di Luar Negeri

6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)

Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.

EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)

Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.

PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)

Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.

FRANCHISING

Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.

HAMBATAN DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL

Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :

1. Batasan perdagangan dan tariff bea masuk

2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural

3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan

4. Hambatan operasional

PERBEDAAN BAHASA, SOSIAL BUDAYA / KULTURAL

Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja (letterlijk) dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama “Chevrolet’s Nova”, pada hal di negara Spanyol kata “No Va” berarti “tidak dapat berjalan”. Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.

Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis Internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket, sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang-barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita, sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.

HAMBATAN POLITIK, HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN

Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.

Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi.

Lebih dan itu undang-undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional, misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi, begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.

HAMBATAN OPERASIONAL

Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal, maka kembalinya kapal tersebut dati negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu Negara pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari Negara lain. Setiap Negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan oleh Negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada dalam abad komunikasi, sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap Negara di manapun di dunia ini.

Dari keadaan itu maka seolah-olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi, sabun cuci, alat-alat tulis, alat-alat kantor, pakaian, juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, Jepang, Korea, Arab atupun di Eropa dan Amerika.

Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional Perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang-barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka problem pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.

 

http://qeyty.blogspot.com

 

PROFIL UNIVERSITAS GUNADARMA

 

logo_gunadarma

SEJARAH

Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002.

Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Beberapa tonggak historis Universitas Gunadarma dalam kurun waktu seperempat abad disajikan dalam Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Tonggak Historis Universitas Gunadarma

No.

Hari

Tanggal

Peristiwa

1.

Jumat 7 Agustus 1981 Pendirian Pusat Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK)

2.

Senin 10 Agustus 1981 Kuliah perdana mahasiswa PPIK

3.

Jumat 9 September 1983 PPIK diubah status dan namanya menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI)

4.

Senin 9 Juli 1984 Nama Yayasan Pendidikan Gunadarma dicanangkan

5.

Selasa 10 Juli 1984 ASKI diubah status dam namanya menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG)

6.

Selasa 14 Agustus 1984 Ijin Operasional Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) diperoleh

7.

Jumat 28 September 1984 Wisuda Sarjana Muda pertama

8.

Sabtu 9 Maret 1985 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus D

9.

Sabtu 5 Oktober 1985 STKG yang berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma memeroleh status “Terdaftar“

10.

Senin 5 Januari 1987 Peresmian penggunaan Kampus D

11.

Selasa 13 Januari 1987 Sidang Sarjana (S1) pertama

12.

Sabtu 24 Januari 1987 Wisuda Sarjana (S1) pertama

13.

Selasa 16 Juni 1987 Ujian Negara Cicilan pertama

14.

Senin 4 Januari 1988 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Diakui”

15.

Selasa 4 Juli 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) dibuka

16.

Sabtu 12 Agustus 1989 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Disamakan”

17.

Kamis 7 September 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Terdaftar”

18.

Sabtu 13 Januari 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) berdiri

19.

Kamis 8 Feuari 1990 Peresmian penggunaan Kampus Salemba 53

20.

Kamis 16 Juni 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Terdaftar”

21.

Kamis 28 Maret 1991 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus E

22.

Rabu 19 Juni 1991 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Diakui”

23.

Selasa 17 September 1991 Peresmian penggunaan Kampus E

24.

Kamis 20 Feuari 1992 Program Studi Teknologi Informasi (TI) memeroleh status “Disamakan”

25.

Senin 10 Mei 1993 Program Magister Manajemen dan Magister Manajemen Sistem Informasi dibuka

26.

Jumat 24 September 1993 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Disamakan”

27.

Rabu 3 April 1996 Universitas Gunadarma (UG) berdiri

28.

Selasa 11 Agustus 1998 Program Studi Teknik Informatika (S1) memeroleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT

29.

Selasa 3 Agustus 1999 Program Magister Teknik Elektro dibuka

30.

Jumat 10 Maret 2000 Program Doktor Ilmu Ekonomi dibuka

31.

Rabu 22 Mei 2002 Program Magíster Sastra, Magíster Psikologi, dan Magíster Sipil dibuka

32

Senin 17 Juni 2004 Program D3 Kebidanan dibuka

33.

Kamis 13 September 2004 Peresmian penggunaan Kampus J

Keberadaan dan perkembangan Universitas Gunadarma sampai saat ini merupakan keberhasilan penerapan prinsip otonomi perguruan tinggi di tingkat institusi. Prinsip otonomi ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan tetap mengikuti perkembangan eksternal, khususnya kebijakan, peraturan dan perundangan yang berlaku. Selain itu, perjalanan yang relatif panjang tersebut juga menunjukkan kepemimpinan yang teruji dan luwes dalam menghadapi berbagai perubahan dan kebijakan yang terkait dalam pengelolaan perguruan tinggi. Kepemimpinan dan sistem pengelolaannya mengacu kepada tata kelola universitas yang baik (good university governance) yang telah ditetapkan.

Visi

Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.

3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility).

4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri.

5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon berbagai perubahan yang terjadi.

LAMBANG GUNADARMA :

Tangkai Obor Berdiri Tegak

Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan dharma bakti kepada Nusa dan Bangsa

Cawan Obor yang Melebar dan Cekung

Adalah wadah dari ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam

Kobaran Api yang Kuning Keemasan

Menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat.

Bentuk Lingkaran yang Berwarna Ungu

Adalah suatu bentuk geometris yang memberi ciri pada ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan.

Bingkai Segi Lima

Menyatakan bahwa Universitas Gunadarma berazaskan Pancasila.

http://www.gunadarma.ac.id/id/pages/id-profil-gunadarma.html

http://yuni-novianti.blogspot.com/p/beranda.html

Soal-Soal BAB 1-12

BAB 1

1) Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba disebut.…

a. Koperasi                                                                  c. Laba
b. Bisnis                                                                      d. Layanan

JAWABAN : b. Bisnis

2) Di bawah ini yang termasuk jenis-jenis bisnis, kecuali….
a. Pencurian                                                                 c. Utilitas
b. Manufaktur                                                             d. Distributor

JAWABAN : a. Pencurian

3) Bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan disebut….
a. Manufaktur                                                                               c. Bisnis Jasa
b. Distibutor                                                                                  d. Utilitas

JAWABAN : a. Manufaktur

4) Tujuan kebijakan bisnis adalah ….
a. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM)                       c. Melindungi Penguasa Pasar
b. Meningkatkan Harga Pasar                                                 d. Semuanya Benar

JAWABAN : a. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM)

5) Yang bukan unsur-unsur Penting dalam aktivitas ekonomi adalah….
a. Keinginan manusia                                                  c. Faktor-faktor produksi
b. Cara-cara Berproduksi                                            d. Pertumbuhan Penduduk

JAWABAN : d. Pertumbuhan Penduduk

BAB 2

6) Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan. Definisi perusahaan di atas di kemukakan oleh ….
a. Sadono                                                                    c. Plato
b. Molengraaff                                                                        d. Murti Sumarni

JAWABAN : b. Molengraaff

7) Faktor-Faktor Pokok Penentu pemilihan Lokasi Industri atau Letak Perusahaan, kecuali….
a. Ketersediaan Tenaga Kerja                                     c. Kelengkapan Data
b. Ketersediaan Alat Tansportasi                                d. Ketersediaan Energi

JAWABAN : c. Kelengkapan Data

8) Yang bukan merupakan jenis-jenis lokasi perusahaan………….
a. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
b. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
c. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
d. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor sosial

JAWABAN : d. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor sosial

9) Secara umum lingkungan perusahaan dapat dibedakan menjadi………..
a. Lingkungan Internal & eksternal                                        c. Perusahaan Umum
b. Lingkungan Pribadi                                                                        d. Lingkungan Sekitar

JAWABAN : a. Lingkungan Internal & eksternal

10) Yang bukan merupakan faktor-faktor pokok penentu pemilihan lokasi Industri……….
a. Letak dari pasar konsumen                         c. Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
b. Ketersediaan energi                                                d. Suhu Udara

JAWABAN : d. Suhu Udara

BAB 3

11) Di bawah ini yang bukan termasuk kelebihan perusahaan perseorangan adalah…..
a. Organisasi yang mudah            c. Pengeluaran seluruh keuntungan
b. Kebebasan bergerak                 d. Pajak yang tinggi

JAWABAN : c. Pengeluaran seluruh keuntungan

12) Yang bukan termasuk BUMN adalah……….

a. Persero                                                         c. Perusahaan Umum

b. Perusahaan Jawatan                                    d. Koperasi

JAWABAN : d. Koperasi

13) Yang bukan merupakan kelebihan dari CV adalah……

a. Kemampuan manajemen lebih besar

b. Proses pendirianya relatif mudah

c. Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar

d. Sulit menarik kembali modal

 

JAWABAN : d. Sulit menarik kembali modal

14) Yang termasuk kelebihan persekutuan firma di bawah ini adalah….
a. Tanggung jawab yang tidak terbatas daripada setiap sekutu
b. Pimpinan dipegang oleh lebih dari satu orang menimbulkan perselisihan paham·

c. Penanaman modal beku
d. Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi

JAWABAN : d. Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi

15) Yang bukan termasuk sumber kekayaan dari sebuah yayasan adalah………
a. Sumbangan                                                  c. HIbah
b. Wakaf                                                         d. Pinjaman

JAWABAN : d.Pinjaman

BAB 4


16) Pengertian wiraswastawan menunujuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk….
a. Berdiri diatas kekuatan orang lain
b. Mengambil keputusan untuk diri sendiri
c. Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya bersama
d. Takut mengambil resiko

JAWABAN : b. Mengambil keputusan untuk diri sendiri

17) Dalam wiraswasta ada beberapa unsur penting yang satu sama lainnya saling terkait. Unsur-unsur tersbut adalah, kecuali ….
a. Unsur Bahasa                                                          c. Unsur pengetahuan
b. Unsur keterampilan                                                 d. Unsur kewaspadaan

JAWABAN : a. Unsur Bahasa

18) 1. Kebebasan untuk bertindak
     2. Relatif lemah dalam spesialisasi
     3. Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
     4. Ketidakmampun dalam menagih piutang
     5. Peran serta dalam melakukan usaha atau tindakan
     6. Karyawan relatife sulit untuk mendapat yang cakap 

Dari data di atas yang termasuk kekuatan dari perusahaan kecil adalah….
a. 1-2-3                                            c. 2-4-6
b. 4-5-6                                            d. 1-3-5

JAWABAN : c. 2-4-6

19) Mengembangkan suatu perusahaan diperlukan berbagai cara dan pertimbangan yang matang yaitu, kecuali….
a. Profil Pribadi                                     c. A dan B salah
b. Paket Pinjaman                                 d. A dan B benar

JAWABAN : d. A dan B benar

20) Bila terjadi kegagalan pada Perusahaan Kecil perlu dipikirkan tindakan perbaikannya sebagai berikut. Perbaikan yang benar adalah….
a. Mengurangi biaya operasi
b. Hanya memeriksa satu kali posisi persediaan untuk menentukan kecukupan   persediaan
c. Peninjauan kembali keuntungan untuk menghindari resiko kerugian
d. Berusaha untuk meningkatkan kredit melalui perbaiakn metode pemasaran maupun iklan

JAWABAN : a. Mengurangi biaya operasi

BAB 5 

21) Secara etimologi manajemen barasal dari bahasa Italia “Maneggaire” yang artinya…..
a. Seni                                                    c. Mendefinisikan
b. Mengendalikan                                  d. menghitung

JAWABAN : b. Mengendalikan

22) Peran yang memerlukan manajer untuk merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya adalah pengertian dari….
a. Peran Manajerial                                  c. Peran Interpersonal
b. Peran Decisional                                  d. Peran Informasi

JAWABAN : b. Peran Decisional

23) Yang dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah adalah….
a. Adam Smith                                          c. Frederick Winslow
b. Henri Fayol                                           d. Max Weber

JAWABAN : c. Freserick Winslow


24) Sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sekelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara structural dan sistematis adalah pengertian dari….
a. Manajemen                    c. Kelompok
b. Organisasi                      d. Persekutuan 

 

JAWABAN : b. Organisasi 

 

25) Suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical adalah pengertian organisasi…..
a. Organisasi Garis                                      c. Organisasi Fungsional
b. Organisasi Garis dan Staf                       d. Organisasi Matrik

JAWABAN : b. Organisasi Garis dan Staf

 

BAB 6

 
26) Tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu adalah pengertian dari…..
a. Pasar
b. Pemasaran
c. Toko
d. Pertokoan 

 

JAWABAN : a. Pasar

 

27) Yang termasuk contoh pasar berdasarkan bentuk kegiatannya adalah….
a. Pasar Tradisional
b. Pasar Modern
c. Pasar Swalayan
d. Plaza

JAWABAN : c. Pasar Swalayan

28) Yang bukan termasuk cirri-ciri pasar persaingan sempurna adalah….
a. Terdapat banyak penjual dan pembeli
b. Jenis barang yang diperjualbelikan homogeny
c. Harga ditentukan oleh pasar
d. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga pasar 

JAWABAN : d. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga pasar

29) Berikut yang ukan termasuk dalam konsep-konsep pemasaran adalah….
a. Konsep Produksi
b. Konsep Manajerial
c. Konsep Pemasaran Sosial
d. Konsep Penjualan

JAWABAN : b. Konsep Manajerial

30) Melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain adalah pengertian dari….
a. Public Relation
b. Direct Marketing
c. Sales Promotion
d. Advertising 

JAWABAN : b. Direct Marketing

 

BAB 7

 
31) Yang bukan merupakan faktor-faktor penyebab berkembangnya manajemen produksi adalah….
a. Berkembangnya budaya
b. Revolusi industry
c. Berkembangnya teknologi dan alat computer
d. Adanya pembagian kerja

JAWABAN : a. Berkembangnya Budaya

32) Proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya yang ada guna memproduksi atau menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi adalah defenisi dari….
a. Produksi
b. Distribusi
c. Manajemen Produksi
d. Manajemen distribusi

JAWABAN : c. Manajemen Produksi

33) Metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber antara lain tenaga kerja, bahan-bahan, dana dan sumberdaya lain yang dibutuhkan adalah pengertian dari….
a. Produksi
b. Manajemen Produksi
c. Proses Produksi
d. Proses manajemen produksi

JAWABAN : c. Proses Produksi

34) Berikut yang bukan termasuk dari fungsi dan system produksi adalah….
a. Perencana produksi
b. Pengendalian produksi
c. Pengawasan produksi
d. Pemasaran produksi

JAWABAN : d. Pemasaran Produksi

35) Berikut adalah hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan lokasi perusahaan adalah, kecuali….
a. Hubungan perusahaan dengan sumber ekonomi
b. Hubungan perusahaan dengan sejarah
c. Hubungan perusahaan dengan keluarga
d. Fleksibelitas

JAWABAN : c. Hubungan perusahaan dengan keluarga

 

BAB 8

36) Uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan dating adalah salah satu contoh….
a. Konsep uang
b. Konsep waktu
c. Konsep nilai
d. Konsep nilai waktu dari uang

JAWABAN : d. konsep nilai waktu dari uang

 

37) Untuk mengetahui nilai uang yang akan dating kita dapat menngetahuinya dengan rumus…..
a. KO (arus kas awal)
b. An (annuity)
c. Fv (future value)
d. Pv ( present value)

JAWABAN : c. Fv ( future Value )

38) Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang adalah istilah lain dari….
a. Pv (present value)
b. An ( annuity)
c. Ko (arus kas awal)
d. Fv (future value)

JAWABAN : a. Pv ( present value) 

39) Suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu adalah pengertian dari…..
a. Pv ( present value )
b. An ( annuity)
c. Ko ( arus kas awal )
d. Fv ( future value )

JAWABAN : b. An ( annuity )


40) Rumus untuk menghitung nilai sekrang dari annuity adalah…..
a. PVAn = A1 [(S(1+i) n ] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]
b. VnP0= a = ———(1 + i)n
c. VnP0= a = ———i(1 + —-)n.mm
d. Sn = a [(1 + i)n-1 + … + (1 + i)1 + (1 + i)0]

JAWABAN : a. PVan = A1[(S(1+i)n] = [ 1 - { 1/(1+i)n/i } ] 

 

BAB 9

 
41) Suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan adalah pengertian dari…..
a. Manajemen
b. Manajemen keuangan
c. Anggaran keuangan
d. Laporan anggaran keuangan

JAWABAN : b. Manajemen Keuangan

42) Yang bukan merupakan tanggungjawab manajer keuangan adalah….
a. Mengambil keputusan pemasaran
b. Mengambil keputusan deviden
c. Mengambil keputusan pembelanjaan
d. Mengambil keputusan investasi 

 

JAWABAN : a. Mengambil keputusan pemasaran

43) Penggunaan dana atau modal yang waktu kembalinya lebih dari satu tahun (jangka panjang) adalah pengertian dari….
a. Manajemen
b. Manajemen keuangan
c. Penganggaran modal
d. Anggaran keuangan

JAWABAN : c Penganggaran Modal

44) Tiga aktivitas utama dalam bisnis yang menunjukkan laporan arus kas diantaranya, kecuali….
a. Operating activities
b. Investing activities
c. Balancing activities
d. Financing activities 

JAWABAN : c. Balancing activities

45) Yang bukan merupakan metode dalam penilaian investasi adalah…..
a. Payback metode
b. Net present value matode
c. Internal rate of return metode
d. Payment matode

JAWABAN : d. Payment Metode

 

BAB 10

 

46) Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat adalah pengertian dari…..

a. Manajemen sumber daya manusia
b. Manajemen
c. Sumber daya manusia
d. Interaksi antar manusia

JAWABAN : a. Manajemen Sumber daya Manusia

47) Energy yang tersimpan dalam ototnya, sehingga manusia dapat bekerja dalam berbagai mata pencaharian adalah pengertian dari….
a. Sumber daya manusia
b. Sumber daya phisik
c. Sumber daya mental
d. Sumber daya rohani

JAWABAN : b. Sumber daya Phisik

48) Salah satu pengaruh dari revolusi industry dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah, kecuali….
a. Berkembangnya spesialisasi kerja
b. Timbulnya semangat kerja
c. Hambatan pengembangan diri para pekerja
d. Perubahan yang merugikan tenaga kerja

JAWABAN : b. Timbulnya semangat kerja

49) Contoh dari tenaga kerja eksekutif sebuah perusahaan adalah….
a. Karyawan
b. Kepala bagian
c. Supervisor
d. Manajer 

JAWABAN : d. Manajer

50) Senjata atau kekuatan yang dimiliki oleh buruh apabila terjadi ketidaksepakatan antara buruh dan atasan adalah , kecuali….
a. Boikot
b. Pemogokan
c. Penghasutan
d. Pengadilan

JAWABAN : d. Pengadilan

BAB 11

51) Suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi dari suatu organisasi yang dijadikan sebagai informasi dalam mengambil keputusan ekonomi oleh pihak – pihak yang memerlukan adalah pengertian dari….
a. Akuntansi
b. Laporan Keuangan
c. Buku Besar
d. Laporan Perusahaan

JAWABAN : a. Akuntansi

52) Sebagai informasi keuangan suatu organisasi yang berfungsi sebagai….
a. Pengertian Akuntansi
b. Fungsi Akuntansi
c. Orientasi Akuntansi
d. Prinsip Akuntansi

JAWABAN : b. Fungsi Akuntansi

53) Yang bukan termasuk prinsip-prinsip akuntansi adalah….
a. Prinsip Biaya Historis
b. Prinsip Pengeluaran
c. Prinsip Pengakuan Pendapatan
d. Prinsip Konsistensi

JAWABAN : b. Prinsip Pengeluaran

54) Berikut adalah isi dari laporan keuangan , kecuali….
a. Hasil kerja karyawan
b. Neraca
c. Laba/rugi
d. Arus kas 

JAWABAN : a. Hasil Kerja Karyawan

55) Laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan adalah pengertian dari….
a. Laporan keuangan
b. Laporan arus kas
c. Laporan laba/rugi
d. Laporan neraca

JAWABAN : c. Laporan Laba Rugi

 

BAB 12

56) Lembaga yang melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari yang surplus/ berlebih kepada mereka yang kekurangan dana adalah defenisi dari…
a. Perusahaan dagang
b. Perusahaan keuangan
c. Keuangan perusahaan
d. Perusahaan jasa

JAWABAN : b. Perusahaan Keuangan

57) Yang termasuk sumber penerimaan kas adalah….
a. Pembelian saham
b. Pembelian tunai
c. Penjualan tunai
d. Bayar pajak 

JAWABAN : c. Penjualan Tunai

58) Lembaga keuangan yang menjaga individu dan perusahaan (policy holders) dari even/kejadian yang buruk adalah pengertian dari…..
a. Thrifts
b. Perusahaan sekuritas
c. Bank komersial
d. Perusahaan asuransi

JAWABAN : d. Perusahaan Asuransi

59) Data yang diperlukan dalam estimasi pembelian bahan langsung antara lain, kecuali…..
a. Harga beli bahan baku
b. Tingkat persediaan awal
c. Target persediaan akhir
d. Tingkat persediaan akhir 

JAWABAN : d. Tingkat Persediaan Akhir

60) Laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu adalah defenisi dari…
a. Estimasi laba/rugi
b. Estimasi pembelian
c. Estimasi beban penjualan
d. Estimasi kas 

 

JAWABAN : d. Estimas Kas

 

Tugas Pengantar Bisnis BAB 9-12

BAB 9

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

 

 

 

1.      Peran dan Tanggungjawab Manajer Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana. Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh Manajer Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat. Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi sumber-sumber daya adalah sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi secara optimal. Hal ini juga penting untuk menjamin bahwa individu-individu dapat mencapai kepuasan tertinggi bagi kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka. Jadi, melalui investasi, pembelanjaan dan pengelolaan aset-aset secara efisien, Manajer Keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekeyaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Tanggung jawab manajer keuangan :

a. Mengambil keputusan investasi (investment decision)’. Menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekolompokkesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilaipaling menguntungkan.

b. Mengambil keputusan pembelanjaan (financing decision). Menyangkut masalah pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.

c. Mengambil keputusan dividen (dividend decision). Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham.

A.     PENGANGGARAN MODAL
        Adalah penggunaan dana atau modal yang waktu kembalinya lebih dari satu tahun (jangka panjang).
Dengan kata lain berkaitan dengan Keputusan Investasi pada aktiva tetap.
Capital Budgeting atau penganggaran modal membutuhkan perhitungan yang lebih rinci dan hati-hati karena pengembaliaan dana > 1 tahun

B.      ARUS KAS MASUK
         Uang tunai atau cash merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus kas keluar yang berasal dari periode-periode lalu.
Arus kas bersih (net cash flow) mengacu pada arus kas masuk dikurangi arus kas keluar pada periode berjalan.
      Secara umum, informasi arus kas membantu untuk menilai kemampuan peusahaan dalam memenuhi kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas, dan mendapatkan pendanaan. Informasi arus kas juga membantu dalam menilai kualitas laba dan ketergantungan laba pada estimasi dan asumsi tentang arus kas di masa depan.
Tujuan laporan arus aks adalah menyediakan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode.

Laporan arus kas melaporkan ukuran arus kas untuk tiga aktivitas utama dalam bisnis yaitu :
-          Operating Activities
     Merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan laba. Selain pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar bersih yang berasal dari aktivitas operasi terkait, seperti pemberian kredit kepada pelanggan, investasi dalam persediaan, dan perolehan kredit dari pemasok. Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos laporan laba rugi dan dengan pos-pos operasi neraca
-          Investing Activities
     Merupakan cara untuk memperoleh dan menghentikan aktivitas nonkas. Aktivitas ini meliputi aktiva yang diharapkan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi pembelian pinjaman dan penagihan pokok pinjaman
-          Financing Activities
    Merupakan cara untuk mendistribusikan, menarik, dan mendapatkan dana untuk mendukung aktivitas bisnis. Aktivitas ini meliputi perolehan pinjaman dari kreditor dan pembayaran pokok pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi dan penarikan oleh pemilik serta pengembalian atas investasi (dividen).

Terdapat dua metode untuk pelaporan arus kas dari operasi, yaitu :
-          Metode tidak langsung (indirect method)
Laba bersih disesuaikan dengan pos penghasilan (beban) nonkas dengan akrual untuk menghasilkan arus kas dari operasi.
Keunggulan metode ini adalah adanya rekonsiliasi perbedaan antara laba bersih dengan arus kas operasi. Rekonsiliasi ini dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi arus kas melalui prediksi laba yang kemudian disesuaikan untuk jarak antara laba besih dengan arus kas – akual nonkas.
-          Metode langsung (direct method)
Metode ini menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi untuk akrual terkait, sehingga menghasilkan format yang lebih baik untuk menilai jumlah arus kas masuk (keluar) operasi.
Kedua metode tersebut menggunakan format yang sama untuk menghitung kas bersih dari aktivitas investasi dan pendanaan. Yang berbeda hanyalah penyusunan arus kas bersih dari aktivitas operasi.

Penyesuaian untuk perubahan pos neraca sebagai berikut :

                        Kenaikan                           Penurunan
Aktiva             (Arus keluar)                      Arus masuk
Kewajiban      Arus Masuk                        (Arus keluar)

C.      METODE-METODE PENILAIAN INVESTASI

-          Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average invesment.
Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang disyaratkan proyek ditolak.
-          Metode Payback Metode
ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau priode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.
-          Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apabila nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, mak proyek ini dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungkan.
-          Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersi di masa-masa mendatang.Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tinkat bunga relevan(tingkat keuntungan yang disyaratkan),maka investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.
-          Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi.Kalau Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1,maka proyek dikatakan menguntungkan,tetapi kalau kurang dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaimana metode NPV,maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.

 

 

2.    PERENCANAAN KEUANGAN

A.     MENGAPA PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN DANA?
–          Untuk membiayai kegiatan perusahaan yaitu Investasi
–          Membayar deviden kepada pemegang saham

B.      PEMBIAYAAN PERUSAHAAN
Adalah badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan usaha:
A.      Sewa Guna Usaha (Leasing)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Sewa Pembiayaan (Finance Lease) maupun Sewa Operasional (Operating Lease).
B.      Anjak Piutang (Factoring)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut.
C.       Usaha Kartu Kredit (Credit Card)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang dan/atau jasa dengan menggunakan kartu kredit.
D.      Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran.
Skema bisnis perusahaan pembiayaan didasari oleh adanya underlying asset; dekatnya jaringan industri pembiayaan dengan industri manufaktur, distributor dan pemegang merek tunggal; serta mudah dan cepatnya pelayanan, membuat industri pembiayaan lebih dekat ke konsumennya dibandingkan industri pemberi kredit sejenis

 

 

http://pelatihanguru.net/laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung

http://iqbalhawari.wordpress.com/2012/01/24/manajemen-keuangan-perusahaan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan

http://aindua.wordpress.com/2010/11/17/manajemen-keuangan-perusahaan/

 

 

 

BAB 10

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

 

 

1.      Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Edwin B. Flippo Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Marwansyah (2010:3), manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.

 

2.      Macam-Macam Sumber Daya Manusia

A.      Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain :
Bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

B.      Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan.
Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan.
Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja kita perlu memperhatikan berbagai aspek, yaitu :
1. Macam-macam kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
2. Jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3. Rencana, mutasi, promosi dan pension karyawan.

Setelah memiliki rencana jumlah dan mutu tenaga kerja perlu dipikirkan cara pengadaannya. Pada dasarnya ada dua alternatif utama dalam pengadaan tenaga kerja. Alternatif pertama adalah mencarinya di pasar tenaga kerja, dan alternatif kedua adalah mempromosikan orang-orang tertentu.

 

3.      Perkembangan Sumber Daya Manusia

Revolusi industri abad ke 20 dan revolusi teknologi abad ke 19 mengubah makna tenaga kerja itu sendiri, dimana kebanggan hasil kerjanya menjadi berkurang.
Akibat revolusi industri dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah :
–          Berkembangnya spesialisasi, secara ekonomis menguntungkan, hasil kerjanya lebih banyak dan orang akan ahli dalam bidangnya
–          Hambatan pengembangan diri, bagi kelompok tertentu secara sosiologis disebut blok of mobility (sekat-sekat mobilitas masyarakat)
–          Perubahan yang terus menerus, merugikan tenaga kerja dengan perubahan bidang industri dan teknologi.

 

4.      Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan Kompensasi

PROGRAM KOMPENSASI KARYAWAN DIRANCANG :
–          Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
–          Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
–          Mencapai masa dinas yg panjang

Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja :
–          Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
–          Tenaga Operatif, tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Ada tiga tenaga terampil, yaitu :
–          Tenaga terampil (skilled labor)
–          Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
–          Tenaga tidak terampil (unskilled labor)

Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi dua hal pokok , yaitu :
–          Analisis Beban Kerja, meliputi peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang
–          Analisis tenaga kerja, menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode.

 

 

5.      Hubungan Perburuhan

Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan :
–          Boikot
–          Pemogokkan
–          Penghasutan
–          Memperlambat kerja

 

6.      Alasan Para Pekerja Mendirikan Serikat Kerja

Serikat Pekerja atau karyawan (Labor Union atau Trade Union) adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki melalui kegiatan kolektif,  kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.

 

7.      Perserikatan Saat Ini

Tipe-tipe karyawan saat ini :
–          Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya ketrampilan yang sama seperti tukang kayu
–          Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri pekerja tidak berketrampilan maupun berketrampilan dalam perusahaan atau industri tertentu
–          Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan setengah terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana

 

8.      Hukum-hukum yang Mengatur Hubungan Tenaga Kerja dengan Manajer

Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
–          Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
–          Union shop Agreement
Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
–          Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja.

 

9.      Bagaimana Serikat Kerja Diorganisasi dan Disahkan

Permasalahan mengenai hak seseorang untuk mendirikan dan turut serta dalam serikat pekerja. Sebagaimana diatur dalam konstitusi Negara kita UUD 1945, pasal 28E yang berbunyi:
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Selain itu dalam pasal 39 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia disebutkan bahwa “Setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat utnuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Serta masih banyaklagi ketentuan yang mengatur mengenai hal ini, diantaranya:
–          Pasal 23 ayat (4) Declaration of Human Rights.
–          Pasal 8 International Convenants on Economic, social and Cultural
–          Pasal 104 dan 137 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Sebagai Negara hukum, salah satu ciri yang harus dipenuhi Negara, adalah perlindungan dan jaminan hak asasi manusia atas seluruh warga negaranya. Seperti halnya Indonesia yang bercita-cita menjadi Negara berlandaskan hukum, maka pemerintah Indonesia harus dapat mewujudkan dan menjamin hak atas kesejahteraan sosial bagi warga negaranya. Oleh karena itu, dengan adanya ketentuan yang menjamin hak atas kesejahteraan tersebut diatas, maka dalam hal ini pemerintah juga harus turut serta dalam pemenuhan akan hak-hak it

Widyatmini, (1996). Pengantar Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

http://mbegedut.blogspot.com/2012/06/pengertian-manajemen-sumber-daya.html

http://sdmatr.wordpress.com/

http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2184420-sumber-sumber-penarikan-tenaga-kerja/

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia

http://karinadevianta.blogspot.com/2012/01/bab-10-manajemen-sumber-daya-manusia.html

 

 

 

 

BAB  11

AKUNTANSI dan LAPORAN KEUANGAN

 

 

1.      Pengertian Akuntansi

AMERICAN ACCOUNTING ASSOCIATION (1966)

Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi / entitas yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka mengambil keputusan ekonomi oleh pihak – pihak yang memerlukan. Pengertian ini juga dapat melingkupi penganalisisan laporan yang dihasilkan oleh akuntansi tersebut.

Secara teknis, akuntansi merupakan kumpulan prosedur-prosedur untuk mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan dan melaporkan dalam bentuk laporan keuangan.

 

2.      Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

 

3.      Pihak-pihak yang Berkepentingan

 

1. Pimpinan perusahaan
Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan.

2. Pemilik Perusahaan
Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai.

3. Kreditor
Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.

4. Pemerintah
Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan

5. Karyawan
Mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.

 

 

 

4.      Prinsip Akuntansi

Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi.
Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp 9.000.000,00, setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp 8.950.000,00. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp 8.950.000,00, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp 8.950.000,00.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
5. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.

 

 

5.      Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

 

6.      Isi Laporan Keuangan

 

-Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.

-Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.

-Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.

-Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

 

7.      Bentuk Neraca

Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:

1.Bentuk skontro

Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.

2.Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.

 

8.      Laporan Laba Rugi

Adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:

  • Pendapatan dari penjualan
  • Dikurangi Beban pokok penjualan
  • Dikurangi Beban usaha
  • Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
  • Dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi kotor
  • Laba/rugi usaha
  • Laba/rugi sebelum pajak
  • Laba/rugi bersih

 

9.      Bentuk Laporan Laba Rugi

Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.

2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan.

10.   Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship)  atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:

   1. Aktiva
   2. Kewajiban
   3. Ekuitas
   4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
   5. Arus kas

Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.

 

 

Widyatmini, (1996). Pengantar Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

http://carapedia.com/pengertian_definisi_akuntansi_info2032.html

http://aktrismonika.blogspot.com/2012/02/sejarah-definisi-dan-fungsi-akuntansi.html

http://www.wikiapbn.org/artikel/Prinsip_Akuntansi_dan_Pelaporan_Keuangan

http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan-keuangan/

http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/11/akuntansi-dan-laporan-keuangan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba_rugi

http://zulidamel.wordpress.com/2008/04/18/laporan-rugi-laba/

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 12

TEKNIK ANALISIS MERAMALKAN KAS PERUSAHAAN

 

 

 

      Dua macam anggaran yang sering digunakan perusahaa yaitu:
1.       Anggaran kas
Adalah proyeksi dari sumber dan penggunaan kas perusahaan.
2.       Anggaran Operasi
Adalah suatu proyeksi tentang penghasilan dan biaya perusahaan.

Sumber penerimaan kas
–          Penjualan investasi jangka panjang
–          Penambahan modal
–          Pengeluaran surat tanda bukti hutang
–          Penjualan tunai
–          Kredit dari bank, dll.

Sumber pengeluaran Kas
–          Pembelian saham
–          Pembayaran hutang
–          Pembelian surat berharga
–          Pembelian tunai
–          Bayar pajak, dll.

1.    KEUANGAN PERUSAHAAN

Perusahaan keuangan merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari yang surplus/ berlebih kepada mereka yang kekurangan dana.

Adapun jenis-jenis perusahaan keuangan, yaitu :
·         Bank Komersial (Commercial Banks)
Lembaga simpanan yang memiliki asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan (deposits).
·         Thrifts
Lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau pinjaman, savings banks dan credit unions.
·         Perusahaan asuransi
Lembaga keuangan yang menjaga individu dan perusahaan (policy holders)  dari even/kejadian yang buruk.
·         Perusahaan sekuritas dan bank investasi
Lembaga keuangan yang menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana surat berharga diperdagangkan.
·         Perusahaan Pembiayaan (Finance companies)
Lembaga penghubung keuangan yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis.
·         Reksa dana (Mutual Funds)
Lembaga keuangan  yang menawarkan rencana simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum diambil selama tahun penisun mereka.

2.    ESTIMASI PENJUALAN

Peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu peerusahaan.
Penyusunan perencanaan keuangan apabila disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan.
Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak menajemen perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

3.    ESTIMASI PRODUKSI
Anggaran produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan persediaan.


4.    ESTIMASI PEMBELIAN BAHAN LANGSUNG
Didasarkan pada anggaran penggunaan bahan langsung.
Digunakan sebagai acuan dalam membuat anggaran biaya produksi.
Data yang diperlukan :
–          Harga beli bahan baku
–          Tingkat persediaan awal
–          Target persediaan akhir

5.    ESTIMASI PEMAKAIAN BAHAN LANGSUNG
BUDGET BIAYA PEMAKAIAN BAHAN BAKU
Budget kebutuhan bahan baku hanya memuat kuantitas kebutuhan bahan baku yang diperlukan. Untuk menghìtung jumlah bìaya pemakaian bahan baku masih diperlukan data harga setiap jenis bahan baku per unit yang diperlukan untuk proses produksi. Oleh karena itu, budget biaya pemakaian bahan baku merupakan kuantitas bahan baku dikalikan dengan harga setiap jenis bahan baku per unit.
Perhítungan tersebut tentu saja hanya berlaku jika’harga per unit bahan baku tetap sepanjang periode budget. Jika terjadi perubahan harga per unit, maka metoda-metoda aliran biaya persediaan yang digunakan perlu dipertimbangkan, yaitu metoda FIFO, metoda LIFO, dan metoda rata-rata.

6.    UPAH LANGSUNG
Upah langsung merupakan upah yang diberikan secara langsung kepada pekerja.

7.    ESTIMASI BEBAN FABRIKASE
Estimasi fabrikase merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase.

8.    ESTIMASI HARGA POKOK PENJUALAN
Ringkasan dari anggaran produksi dengan memperhatikan tingkat persediaan akhir.
Data yang diperlukan :
1.       Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran overhead dan anggaran tenaga langsung.
2.       Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.

9.    ESTIMASI BEBAN PENJUALAN
Estimasi beban penjualan adalah beban si penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau si penjual oleh pihak-pihak tertentu.

10.  ESTIMASI BEBAN ADMINISTRASI
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada saat ini.
Badan penelitian Eim estimasi total biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara.
Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara adalah :
–          Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan 1.3 juta pendaftaran, 1.1 juta penempatan dan 15.6 juta pembayaran remunerasi)
–          Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan sementara
–          Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex.

11.   ESTIMASI LABA RUGI
Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi :
§  Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
§  Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.

Teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yaitu meliputi:
v  Peramalan Penjualan
Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode regresi linier dan model-model yang terkomputerisasi. Analisis regresi merupakan metode yang lebih umum digunakan untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak terlalu mudah terkena perangkap potensial dan metode prosentase penjualan.
Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan untuk menganalisa data adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)
b = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X = adalah variabel independen.

Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui.
Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.

v  Tingkat Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penjualan :
Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan
SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada tahun t-1

–          Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
–          Peramalan Neraca
–          Peramalan Laporan Laba Rugi

12.    ESTIMASI KAS

Adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada, apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas. Atau secara lebih sederhana dapat dismpulkan estimasi kas merupakan kas bersih yang keluar dan masuk ke dalam suatu perusahaan.

 

 

Widyatmini, (1996). Pengantar Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/04/10/28261/mengelola_keuangan_perusahaan/#.ULGc_2fH6qA

http://www.slideshare.net/manajemenkeuangan10/keuangan-perusahaan

http://nabilasishma.blogspot.com/2012/01/bab-12-teknik-analisis-meramalkan-kas.html